Corgi

Anda adalah pengunjung ke

Sabtu, 13 Agustus 2011

Sistem Koordinasi pada Manusia



Tubuh manusia terdiri dari banyak organ yang kesemuanya bekerja tanpa saling mengganggu antara organ satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena dalam tubuh kita terdapat suatu sistem yang mengatur semua organ tersebut. Sistem tersebut adalah sistem koordinasi yang berpusat pada satu organ, yaitu otak.

Fungsi sistem saraf:
- Penghubung antara tubuh dengan dunia luar melalui indra
- Pengatur respon terhadap rangsangan
- Mengatur dan mengendalikan kerja organ-organ tubuh sehingga dapat bekerja sesuai fungsinya

A. SEL SARAF (NEURON)

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf.
Sel saraf terdiri atas 3 bagian utama:
1. Badan Sel
Di dalam badan sel terdapat:
- Sitoplasma
- Nukleus (inti sel)
- Nukleous (anak inti sel)
2. Dendrit
Merupakan tonjolan sitoplasma yang pendek, dengan ujung yang bercabang-cabang dan berfungsi meneruskan rangsang (impuls) saraf menuju badan sal saraf.
3. Neurit (Akson)
Merupakan serabut saraf berupa tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi meneruskan impuls sarah dari badan sel yang satu ke badan sel yang lain. Neurit dilindungi oleh selubung mielin (isolator). Selubung mielin disusun dari sel-sel Schwann yang memberi makan neurit dan membantu regenerasi neurit. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus neurofibril
Berdasarkan fungsinya, neuron terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
- Neuron sensorik (sel saraf indra)
- Neuron motorik
- Neuron konektor (sel saraf penghubung)


B. SISTEM SARAF PUSAT

Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Saraf pusat dilindungi oleh lapisan meninges, yaitu: duramater, arachnoid dan piamater. Diantara arachnoid dengan piamater terdapat ruang subarachnoid yang berisikan cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai pelindung/peredam dari benturan.

1. Otak



Otak merupakan pusat koordinasi utama, terletak di rongga kepala dan dilindungi oleh tempurung kepala . Otak terbagi menjadi tiga (3) jenis, diantaranya :
- Otak Besar (serebrum) merupakan pusat pengendali kegiatan yang disadari. Terdiri dari dua bagian, yaitu belahan kiri yang mengendalikan tubuh bagian kanan dan belahan kanan yang mengendalikan tubuh bagian kiri. Otak besar juga Terdiri atas dua lapis, yaitu Korteks (lapisan luar) dan Medula (lapisan dalam).



Dimana Korteks memiliki bentuk yang tipis dan berwarna kelabu, sedangkan Medula memiliki bentuk yang tebal dan berwarna putih, pada lapisan ini banyak mengandung sel saraf dan neuron ajustor.

Korteks merupakan pusat berbagai kegiatan (penglihatan, kesadaran, kecerdasan, pendengaran dan penciuman, pada lapisan ini banyak mengandung serabut saraf. Bagian belakang (lobus oksipitalis) berperan dalam penglihatan. Bagian samping (lobus temporalis) berperan sebagai pusat pendengaran. Bagian depan (lobus frontalis) berperan sebagai penendalian otot.


- Otak Tengah (mesensefalon) memiliki kaitan dengan refleks mata, tonus (kontraksi terus-menerus) otot, dan posisi tubuh.


- Otak Depan (diensefalon) terdiri dari Talamus dan Hipotalamus.
Talamus berfungsi menerima semua rangsangan kecuali bau dan meneruskannya ke area sensorik otak besar, sedangkan,Hipotalamus berkaitan dengan pengaturan suhu dan nutrien, penjagaan kesadaran dan penumbuhan sikap agresif .

- Otak Kecil
(serebelum) terbagi menjadi dua, yaitu belahan kiri dan kanan. Kedua belahan dihubungkan dengan jembatan varol. Otak kecil berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan pusat koordinasi kerja otot ketika bergerak.

- Sumsum Lanjutan
(medula oblongata)berperan mengatur denyut jantung, penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah. Bagian Sumsum lanjutan yang menghubungkan otak adalah pons, berfungsi sebagai pengatur pernafasan.

- Sumsum Tulang Belakang (medula spinalis) merupakan sambungan dari sumum lanjutan sampai vertebra lumbalis yang berperan dalam gerak reflek (tak sadar) dan terdiri dari dua bagian, yaitu Ventral (mengarah ke perut)dan Dorsal (mengarah ke punggung).Ventral mengandung badan neoron motorik dan neuritnya kearah efektor ,sedangkan Dorsal mengandung badan neoron sensorik .

C. SISTEM SARAF TEPI

Sistem saraf tepi berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh.
Berdasarkan arah impuls, saraf tepi terbagi menjadi sistem saraf aferen dan sistem saraf eferen. Aferen membawa impuls dari reseptor ke saraf pusat, sedangkan Eferen membawa impuls dari saraf pusat ke efektor.

Secara garis besarnya sistem saraf tepi terbagi menjadi dua, yaitu Sistem saraf somatik dan Sistem saraf otonom.

Sistem saraf somatik terdiri atas 12 pasang saraf otak (saraf kranial) dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal). Saraf kranial terdiri atas: Sensorik (1,2 dan 8), Motorik (3,4,6,11 dan 12), Sensorik dan motorik (5,7,9 dan 10). Saraf spinal merupakan saraf campuran sensorik (berasal dari dorsal) dan motorik (berasal dari ventral)

Sistem saraf otonom biasa juga disebut dengan saraf tak sadar dan dibedakan menjadi Sistem saraf simpatik dan Sistem saraf parasimpatik.