Corgi

Anda adalah pengunjung ke

Senin, 01 Agustus 2011

Reklamasi

Reklamasi ???
Masuk dalam pembelajaran aku di sekolah, dimana lagi kalo bukan di SMK Negeri 3 Bontang. Satu sekolah yang bikin aku benar2 beta walau sekolahnya gak selengkap Sekolah Menengah Kejuruan lainnya yang ada di Bontang… hahaha it’s ok kog yang penting aku bisa belajar tenang dan menikmati ilmu yang dituangkan sama guru2 di sekolah itu…

Karena aku ngambil jurusan Teknik Geologi Pertambangan, mau gak mau harus tetep belajar tentang Reklamasi… Untuk memperbaiki atau merehabilitasi kembali lingkungan yang telah rusak akibat penambangan atau apalah, jadi kita harus kuasai dulu tentang REKLAMASI. Dimana Reklamasi merupakan suatu kegiatan pemulihan lahan bekas tambang dengan tujuan memperbaiki lahan yang terganggu ekologinya sesuai dengan peruntukkannya.

ADA BEBERAPA ISTILAH PENTING YANG BERHUBUNGAN DENGAN REKLAMASI, sbb:


1. Lingkungan hidup (environment)
Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup; termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri-kehidupan dan kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya.

2. Lingkungan tambang (mine environment)
Keadaan lingkungan di wilayah tambang yang unsur-unsurnya meliputi antara lain : kelembaban, debu, gas, suhu, kebisingan, air, pencahayaan/penerangan.

3. Amdal (environmental impact assessment)

Singkatan dan analisis mengenai dampak lingkungan, yaitu studi tentang dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup,dan hasilnya digunakan untuk proses pengambilan keputusan.

4. Pencemaran lingkungan (environmental pollution
)
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan dan/atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga menurunkan kualitas lingkungan sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

5. Pencemaran tambang (mine pollution)
Masuknya zat-zat pengotor berupa gas, debu, lumpur, asap, energi, biota atau zat kimia ke dalam komponen lingkungan (udara, air, dan tanah) sebagai akibat kegiatan penambangan dan pengolahan bahan galian sehingga kualitas lingkungan menurun.

6. Pencemaran udara (air pollution)

Udara yang mengandung satu atau lebih zat kimia pada konsentrasi cukup tinggi yang membahayakan manusia, binatang, tumbuhan, atau material.

7. Pengawasan dampak lingkungan hidup (environmental inspection)
Pengawasan terhadap lingkungan hidup yang terkena dampak kegiatan penambangan dan atau pengolahan/ pemurnian, msl. Mengevaluasi pelaksanaan AMDAL, dan mengawasi pelaksanaan penanggulangan lingkungan hidup.

8. Pengawasan kesehatan kerja (health inspection)

Pengawasan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat adanya pencemaran lingkungan kerja, berupa faktor kimia (partikel dan non-partikel), faktor fisik (kebisingan, getaran, suhu udara), dan faktor biologi (jamur, cacing, dan organisme lain).

9. Pengawasan keselamatan kerja (safety inspection)

Pengawasan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan kecelakan akibat adanya gerak mekanik, msl. Tertimpa, tertimbun, terbentur, terjatuh, dan terjepit.

10. Pengawasan keselamatan kerja pertambangan (mine safety inspection)

Pengawasan secara inspeksi di lapangan yang meliputi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan higiene perusahaan.

11. Pengawasan pertambangan (mine inspection, mining supervision)

Pengawasan kegiatan pertambangan yang meliputi pengawasan pengusahaan, pertambangan, tatacara penambangan, pengolahan/pemumian, dan pengawasan
keselamatan kerja.


PRINSIP KEGIATAN PERTAMBANGAN, Sbb :

1. Total Mining, dalam arti recovery penambangan harus maksimal sehingga tidak ada cadangan yang tersisa
2. Pembukaan lahan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemajuan tambang. Kata Bu guru Heny, bu guru biologi sekaligus bu guru Reklamasi di sekolah saya, ia bilang tahap-tahap pertambangan itu memiliki tahap-tahap tersendiri yang nantinya harus tetap menjaga keseimbangan alam. Toh, sebelum ngebuat lahan pertambangan kita harus mengikuti pasal2 yang ada di Undang-Undang No 11 Tahun 1967 tentang : Ketentuan Ketentuan Pokok Pertambangan, yaitu Pasal 30
Apabila selesai melakukan penambangan bahan galian pada suatu tempat pekerjaan, pemegang KP diwajibkan mengembalikan tanah sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitarnya”.
Maksudnya itu, top soil dari tanah yang telah diambil saat melakukan penambangan, harus dikembalikan kembali ke lahan itu setelah selesai melakukan kegiatan penambangan.
3. Menerapkan tatacara penimbunan kembali bekas tambang/back filling



4. Menerapkan sirkulasi tertutup air kerja dan air proses (clossed circuit)
5. Segera melakukan reklamasi lahan bekas tambang .

*Junita Torro Datu*