Corgi

Anda adalah pengunjung ke

Senin, 01 Agustus 2011

Pemetaan Geologi

Masih berhubungan dengan jurusan saya, jadi saya harus mebagikan ilmu geologi yang saya peroleh dari pmbelajaran saya di sekolah…

Belajar tentang peta geologi atau apapun yang berhubungan dengan teknik geologi pertambangan, cukup membuat saya mengantuk saat berusaha menguasai materi tersebut. Ya, namanya juga pelajar, sesulit apapun materi harus bisa dipelajari. Daripada mengeluh, lebih baik saya membahas materi yang disampaikan oleh pak guru saya di blog ini dan kumpulan dari berbagai referensi yang saya peroleh dari media internet maupun buku…

Dimana pun itu, kegiatan geologi pertambangan tidak akan terlepas dari pengetahuan mengenai peta. Peranan peta penting adanya bagi pengambil keputusan , baik untuk sektor publik, maupun swasta, misalnya dalam menentukan rencana pembuatan rute suatau jalan dengan system yang kita kenal sebagai “Cut and Fill” pada pembuatan jalan di lokasi atau lahan yang berbukit-bukit. Tidak hanya itu, informasi dari peta geologi dapat membantu kita untuk menentukan penentuan kualitas air bawah tanah dan resiko pencemaran.Bisa juga digunakan untuk memprediksi bencana alam, seperti tanah longsor. Gempa bumi, erupsi gunung api dan lain sebagainya.

A.DEFINISI PETA
Peta merupakan suatu penyajian pada bidang datar dari seluruh atau sebagian unsur permukaan bumi yang digambar dalam skala tertentu. Peta seringkali sangat efektif untuk menunjukkan lokasi dari obyek obyek alamiah maupun obyek buatan manusia, baik ukuran maupun hubungan antara satu obyek dengan obyek lainnya (Djauhari Noor, 2008).

Peta dapat digolongkan menjadi dua (2), diantaranya :
a. Peta topografi
Peta yang menyajikan data dan informasi keadaan lapangan secara menyeluruh sifatnya umum), baik itu unsur alam (sungai, gunung, danau, laut, dll) maupun unsur buatan (jalan, jembatan,perkampungan, bendungan, dll) dengan garis bayangan ketinggian (garis kontur ketinggian) dalam perbandingan tertentu (skala)(Lemdikanas, 2005)

b. Peta Geologi
Peta geologi pada dasarnya merupakan suatu sarana untuk menggambarkan tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan hubungan antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan gambaran geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti. (Jauhari Noor, 2008)

B. FUNGSI PETA TOPOGRAFI
Peta topografi memiliki berbagai fungsi, antara lain:
a.Menggambarkan bentuk dua dimensi dari bentuk tiga dimensi rupa bumi (permukaan bumi)
b.Memberikan informasi mengenai keadaan permukaan dan elevasi
c.Sebagai dasar dalam pngeloptan data mengenai hal yang berhubunga dengan ruang.
d.Menemukan posisi kita terhadap suatu tanda medan atau daerah lain.

C.PEMETAAN GEOLOGI
Hakikat dari pemetaan geologi adalah menampilkan segala macam kondisi geologi yang ada dilapangan (yang bersifat tiga dimensional) kedalam peta (yang bersifat dua dimensional). Gejala geologi yang nampak pada lapangan terutama dalah batuan, urutan batuan, struktur batuan serta bangun bentang alam yang dibangun oleh batuan tersebut.(Wartono Raharjo,1999)
D.TUJUAN PEMETAAN GEOLOGI
Pemetaan geologi memiliki beberapa tujuan yag menjadi alasan kenapa dilakukan
i. Memberikan gambaran tentang gejala dan proses geologi yang ada/terjadi pada daerah yang dipetakan.
ii. Memberikan tafsiran kondisi dan proses geologis apa saja yang pernah terjadi didaerah yang dipetakan sepanjang zaman geologi terhitung sejak terbentuknya batuan yang tertua di daerah pemetaan sampai saat pemetaan berlangsung.
iii. Memberikan evaluasi potensi geologi yang bersifat positif dan negative yang ada atau mungkin ada sehingga daerah yang dipetakan dapat dikembangkan secara bijaksana ditinjau dari sudut pandang geologi
(Wartono Raharjo,1999)

E. GEOLOGI YANG MAMPU DIAMATI DALAM PETA TOPOGRAFI
Dalam pengamatan maupun pemetaan geologi kita mampu memperoleh banyak informasi mengenai suatu daerah tanpa kita harus ke sana (lapangan) namun cukup dengan mengintepretasi peta topografi. Hal yang mampu diamati antara lain:
A.Kenampakan Pada Kontur
Kenampakan pola kontur yang mengalami perubahan yang mendadak dan mengalami pelurusan dapat memberikan kita informasi mengenai adanya struktur sesar pada daerah yang diamksud. Kemudian kenampakan pola kontur kecil membulat pada daerah menunjukkan bahwa terdapat kenampakan conicel hill yang ada pada daerah karst. Kenampakan kontur rapat membentuk radial tanpa ada pengulangan pada daerah yang luas memungkinkan itu merupakan intrusi.

B. Jenis Litologi
Dalam penentuan jenis litologi kita dapt menggunakan cara mengidentifikasi kenampakan pola aliran sungai dimana setiap jenis pola pengaliran menunjukkan litologi yang khas, misalnya pola pengaliran dendritik menunjukkan litologi yang homogen dan terdiri dari batuan sedimen atau pola aliran yang multibasinal yang menunjukkan litologi batu gamping (daerah kars)
jungnya.
*Junita Torro Datu*