Corgi

Anda adalah pengunjung ke

Sabtu, 30 Juli 2011

INTERMESSO By Junita Torro Datu

“HE is My First Love”

Aku memendam rasa ini sendiri tanpa ia ketahui. Aku merangkumnya dalam hatiku yang sempit untuk jangka waktu yang lama. Namun, aku bahagia meski cinta itu sepihak dan aku nyaman denagn perasaanku.Ia disana.Tepatnya aku tak tahu keberadaannya. Diriku tersenyum saat ia menjauh untuk menghapus jejakku.Dimanapun ia, hatiku tetap bertahan merindukannya.

Ia nyata dimimpiku. Mungkin aku terlalu lelap dalam kenangan kami. Hingga melupakannya pun aku enggan. Aku takkan lelah mencintai dia yang tak mungkin mencintaiku. Baginya, betapa bahagianya dicintai oleh yang kita cintai. Namun, bagiku mencintai seseorang yang tak lagi mencintaiku sudah lebih dari sebuah kebahagiaan.

Pagi ini ia duduk sendiri. Aku memandangnya dari tempat yang paling tersembunyi. Aku memandang dirinya yang pernah memeluk dan mencintaiku. Aku mengingat itu setiap kali aku memikirkannya dan betapa bodohnya aku tak pernah bisa menghampirinya.

Kukagumi ia karena ia seperti mahkota bunga matahari dimusim panas. Ingin kupetik dan kusimpan di dalam hatiku dan kusirami dengan nafas hidupku. Tapi, ia tak tahu kalau aku masih berharap tentangnya. Yang ia tahu aku telah menghapusnya seperti ia menghapusku. Seandainya ia mengerti setiap bertemu dengannya aku selalu beku dibuatnya, mungkin ia akan segera memelukku dan menyingkirkan dingin yang menyakitiku. Tapi, ia berlalu dan menganggapku tak pernah ada.

Aku mengikutinya, sudah lama semenjak ia melupakanku. Aku ingin bertanya tentang kebisuannya tentang kehadiranku, tapi tetap saja ia berlalu dan tak mau menatapku. Inginku tuk bersamanya takkan sirna. Utuhnya perasaanku takkan goyah meski sekuat hati ia rapuhkan, karena inilah ketulusan yang suci. Siapapun wanita yang memilikinya, akukan tetap tersenyum untuknya dan untuk cinta pertama yang ia ukir di dalam hatiku.

Sepuluh abad yang akan datang dan ketika kami hidup lagi, aku bukan diriku yang sekarang. Kelak kami tidak akan saling mengenal, tapi hatiku akan tetap mengenalnya dan menjadikan cinta pertama untuk selamanya. Hatinya mungkin dan selalu mungkin tak bisa mengenaliku, kurasakan itu. Namun, aku akan memendam cinta ini tanpa ia ketahui sampai aku menutup mataku tuk kedua kalinya.


*JUNITA TORRO DATU*