Corgi

Anda adalah pengunjung ke

Sabtu, 16 Juli 2011

Cara Menulis Cerpen

Menulis memang mudah,
Kita bisa dengan mudahnya menuangkan kata-kata yang tergelintir dikepala kita. Kita dapat menulis segala macam penderitaan hidup yang telah kita atau orang lain alami. Kita juga dapat berbagi pengalaman dengan semua orang di dunia. Seseorang dapat melepaskan apa yang ingin ia katakan dengan ukiran tulisan, sehingga tulisan itu dapat dikenang untuk jangka waktu yang lama dan sewaktu-waktu ia dapat melihatnya lagi. Berbeda dengan berpikir, lalu menyampaikannya dengan lisan. Di blog ini saya ingin membagi panduan yang saya ketahui saat saya baru memulai menulis cerpen atau fiksi. Sebenarnya saya bukan ahli atau penulis professional. Saya sepenuhnya bercita-cita ingin menjadi seorang sastrawan dan di blog ini saya ingin saling share untuk membagi pengetahuan yang saya ketahui tentang menulis cerpen, fiksi dan karya sastra lainnya.
Menulis fiksi sama halnya dengan menguraikan soal matematika, karena fiksi merupakan ILMU PASTI. Saat Anda ingin menulis, namun masih binggung untuk memulainya.

1. KUMPULKAN BAHAN BACAAN SEBANYAK MUNGKIN
Saat kita kecil, orangtua mengajari kita menulis, tetapi sebelum kita menulis. Kita lebih dulu diharuskan membaca huruf dan angka. Setelah membaca, mereka mengharuskan kita mengikuti huruf dan tulisan itu diselembar kertas hingga menjadi tulisan.

Seperti itu juga saat anda akan menulis sebuah cerita. Bacalah bacaan yang Anda butuhkan sebagai acuan utuk merangkai cerita tersebut seperti buku-buku panduan menulis cerpen, memperbanyak membaca novel karangan sastrawan terkenal. Membaca dengan pengertian tidak menghafal melainkan memahami isi dari tulisan tersebut dari cara penulisan awalnya hingga akhir dan bagaimana penulis mengelolanya.

Menurut Franz Kafka, salah satu sastrawan yang terkemuka di abad keduapuluh. Katanya kalau kita ingin membaca buku, sebaiknya kita membaca buku-buku yang mencambuk. Kalau buku yang kita baca itu tidak menyadarkan kita, seolah –olah kita ditampar di muka. Apa gunanya kita membaca? Apakah sekedar menyenangkan hati?.. Oh My God, tanpa buku kita juga bisa senang.”

Jadi,kalau Anda ingin membaca, hmmmm sesuaikanlah dengan apa yang hendak Anda tulis.


2. COBALAH PAHAMI APA YANG INGIN ANDA TULIS DENGAN NIAT DARI DIRI ANDA
Melakukan sesuatu tanpa kemauan dan keyakinan tidak akan pernah memberikan hasil yang baik. Ketika Anda sendiri tergerak ingin menulis, maka menulislah. Pahami gagasan pokok yang akan Anda jadikan tulisan.Tulislah dengn sesingkat-singkatnya seperti halnya ketika Anda merangkum sebuah cerita. Dengan begitu, Anda telah melewati pagar pertama dalam menulis fiksi.


3. Belajar menulis cerpen
Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata. Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat (flash fiction). Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, atau novel.

Ketika Anda memulai belajar menulis cerpen, tulislah berdasarkan referensi yang sudah anda miliki. Jangan mempersulit diri anda dengan menyamai standar dalam penulisan cerpen. Apabila anda sudah mampu menulis cerpen, lakukan berulang-ulang dengan judul dan permasalahan yang berbeda. Saat Anda telah terbiasa, lanjutkan dengan mengikuti standar dari ukuran cerpen.



4. Berkaca dari karya oranglain
Bercermin dari karya oranglain tidak berarti meniru sepenuhnya, melainkan mencoba agar karya kita bisa secantik atau sebagus dari cerminan karya penulis tersebut. Cobalah membaca cerpen atau novel yang Anda anggap menarik, lalu tulislah kembali dengan kata-kata Anda sendiri tanpa menghilangkan maksud cerita atau bisa juga cerita tersebut Anda jadikan sinopsis. Kita dapat mempraktekannya hanya sekedar latihan.



Perlu diingat, menulis bukanlah hal yang sulit meski menyita waktu. Banyak orang yang bilang, kalau menulis fiksi adalah pekerjaan pelamun, pekerjaaan yang membawa kemiskinan karena hanya segelintiran orang yang menghargai sastra, kebanyakkan orang sibuk memikirkan masa depan dengan usaha-usaha yang lebih menjanjikan daripada menulis fiksi. Buktikanlah bahwa anggapan seperti itu tidak akan pernah ada. Karena bacaan fiksi dapat memberikan dahaga bagi sesorang yang haus akan rohani…

Well, Cuma itu yang mungkin bisa saya bagikan buat Anda. Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat.

Di blog ini saya juga memposting, “Cara Menerbitkan Naskah Cerpen Dimedia Cetak”
Bagi kalian yang binggung ingin menyalurkan kemana naskah cerpen Anda, silahkan seacrh judul di atas di blog saya…



@Thanks and God Bless U All

*Junita Torro Datu*